Blog

  • Seru sekalian alam

    Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, kenapa terjemahan ayat kedua surah Al-Fatihah berbunyi “Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”

    Bertanya-tanyanya adalah pada frasa “seru sekalian alam”.
    Kok seru sih?
    Apanya yang seru?

    Ternyata seru di situ berasal dari kata sarwa yang berarti semua, sekalian, atau serba.

    Secara etimologis, kata sarwa ini berasal dari sarva (Sanksekerta) yang bermakna setiap, seluruh, atau semua.

    Jadi kata seru ini adalah homonim (satu kata memiliki sejumlah arti).

    Kata ini identik lafal (pengucapan) dan ejaan (penulisan)-nya.

    Ia memiliki makna yang berbeda-beda lantaran berasal dari sumber yang berlainan.

    KBBI mencatat ada 5 definisi untuk kata seru.

    Silakan kunjungi Kamus Besar Bahasa Indonesia buat kamu yang penasaran dengan makna kata seru ini.

    ~Suryadi van Batavia

  • Kosakata Buya Hamka

    Saat membaca tulisan Buya Hamka, selalu aja nemu kosakata baru.

    Misalnya di sambutan terjemahan Ihya’ ‘Ulumiddin, Buya menggunakan kata “penaka”.

    … telah sampai kepada kesimpulan bahwa Alam itu adalah qodim penaka Tuhan juga.

    Saat cek KBBI, ternyata maknanya “seperti”.

    Wajar kita tak (lagi) mengenal kata itu. KBBI saja menandainya kl yang berarti klasik.

  • Cerita dan sketsa

    Hai semua.

    Di sini akan hadir cerita dan sketsa dari saya, Suryadi van Batavia.